Kamis, 22 Juli 2021

Media pembelajaran

 Assalamu'alaikum

Nama : Dewi Halimah 11901253

Kelas : 4D / PAI 

Pendidikan sebaiknya harus mampu membangun sumber daya manusia yang memberikan perhatian pada peningkatan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, kebijakan dalam bidang pendidikan diarahkan kepada penyiapan sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan seluruh aspek yang ada.

Dalam hal yang demikian, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat telah berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam interaksi antara guru dan peserta didik. Interaksi tersebut memerlukan dukungan media instruksional yang inovatif, kreatif, tepat, dan efektif. Salah satu media yang dimaksud adalah penerapan media pembelajaran berbasis internet.

Berbagai penelitian tentang manfaat internet menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikemas dalam bentuk media berbasis internet dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Namun demikian, media pembelajaran berbasis internet dan pemanfaatanya berupa e–learning masih belum banyak diterapkan guru dalam pembelajaran. Oleh karena itu, kesadaran untuk lebih memberikan perhatian pada peningkatan kualitas media pembelajaran berbasis internet perlu ditumbuhkan. Pemanfaatan internet dalam pembelajaran, dalam hal ini adalah semua pembelajaran, sudah menjadi keharusan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berbagai aplikasi internet sudah tersedia dan siap disambut untuk dimanfaatkan secara optimal oleh guru sebagai sarana penyampaian materi pembelajaran. Untuk itu, tersedia berbagai aplikasi sesuai fungsinya dalam pendidikan. Salah satu fungsi TIK ialah , sebagai media pembelajaran merujuk pada fungsi tersebut guru dituntut untuk memiliki kecakapan untuk mewujudkan pembelajaran berbasis internet. Tanpa adanya kemauan, kreativitas, dan kesungguhan guru, serta dukungan pihak sekolah, kemajuan dalam bidang e-learning tidak akan memberikan dampak apapun dalam peningkatan kualitas pembelajaran.

Atas dasar pemikiran tersebut, dipandang perlu mengembangkan media pembelajaran berbasis blog sebagai media penyampai pesan dalam pembelajaran yang dapat dipelajari secara mandiri untuk mengatasi salah satu permasalahan mengajar. Posisi blog yang dikembangkan disini hanya bersifat web centric course atau penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi ditampilkan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi atau sering disebut komplementer .Dalam model ini pengajar bisa memberikan petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut. Diharapkan dengan dikembangkannya media blog ini dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi pelajar khususnya pada semua mata pelajaran.

Menajemen kelas

 Ada beberapa definisi tentang pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh beberapa pakar. Menurut Wilford A Weber. Pengelolaan kelas merupakan kumpulan perilaku kompleks yang digunakan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas sehingga peserta didik dapat mencapat tujuan pembelajaran secara efisien.


Menurut Burhanuddin. Pengelolaan keas merupakan proses upaya yang dilakukan guru untuk menciptakandan memelihara kondisi yang kondusif dan optimal bagi terselenggaranya kegiatan pembelajaran secara efesien.


Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru, meliputi perencanaan, pengaturan, dan pengoptimalan berbagai sumber, bahan, serta sarana pembelajaran yang ada di kelas guna menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan berkualitas bagi peserta didik.


Ruang Lingkup Pengelolaan Kelas


Menurut Supriyanto, ruang lingkup pengelolaan kelas dapat diklasifikasikan menjadi dua:


Pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat fisik. Adapun hal-hal fisikyang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas


mencakup pengaturan dan perabot kelas serta pengaturan peserta didik dalam belajar. Pengaturan ruang belajar dan perabot kelas (meja, kursi, lemari, papan tulis dan meja guru) hendaknya memperhatikan:


Bentuk dan ruangan kelas


Bentuk dan ukuran meja dan kursi peserta didik


Jumlah dan tingkatan peserta didik


Jumlah kelompok dalam kelas


Jumlah peserta didik dalam tiap kelompok


Hal-hal lain yang diperhatikan guru dalam mengatur peserta didik dalam belajar mencakup siapa yang menyusun anggota kelompok, kriteria pengelompokan (homogeny, heterogen, berdasarkan minat atau kemampuan), serta dinamika kelompokan (tetap atau berubah sesuai kebutuhan).


Pengelolaan kelas yang memfokuskan pada hal-hal yang bersifat nonfisik. Hal-hal nonfisik dalam pengelolaan kelas memfokuskan:


Interaksi peserta didik dengan peserta didik lainnya


Peserta didik dengan guru


Lingkungan kelas maupun kondisi kelas menjelang, selama, dan akhir pemelajaran.

Assalamu'alaikum

Nama : Dewi Halimah 11901253

Kelas  : 4D/ PAI

Atas dasar itulah, hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah aspes psikologis, sosial, dan hubungan interpersonal menjadi sangat dominan.


Kedua hal, yaitu fisik dan nonfisik tersebut tersebut perlu dikelola dengan baik dalam rangka menghasilkan suasana yang kondusif bagi terciptanya pembelajaran yang efektif dan berkualitas.


Perlu diketahui bahwa guru dengan fungsi dan jabatan masing-masing akan berbeda pula tugas dan tanggungjawabnya dalam mengelola kelas. Guru kelas dan wali kelas lebih banyak memiliki kewenangan dalam mengatur kelasnya, mulai dari kegiatan administrasi, operasional, dan desain ruang pembelajaran. Sementara, bagi guru mata pelajaran, di mana guru tersebut melakukan kegiatan pembelajaran. Namun demikian, bukan berarti pengelolaan kelas yang dilakukan guru mata pelajaran tidak efektif. Justru guru mata pelajaran dapat mengelola kelas dengan leluasa disaat jam atau jadwal menyajikan pembelajaran di kelas.

4 kompetensi guru profesional

Assalamu'alaikum

Nama  : Dewi Halimah 11901253

Kelas  : 4D/ PAI

4 kompetensi guru profesional

Berkenan dengan pelaksanaan kurikulum, seorang guru harus mampu mengembangkan kurikulum berdasarkan tingkat satuan pendidikannya masing- masing dan disesuaikan dengan kebutuhan local. Disampingitu, guru harus mampu menetapkan menerapkan teknologi infromasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajarannya yaitu menggunakan berbagai media dan sumbe rbelajar yang relevan dan mampu menarik perhatian siswa sehingga tujuan pembelajaran tercapai secara optimal.

1. Kopetensi Pedagogik

Kopetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta didik,perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasiakan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.


2. Kopetensi Kepribadian

Pelaksanaan tugas sebagai guru harus didukung oleh suatu perasaan bangga akan tugas yang di percayakan kepadanya untuk mempersiapkan generasi kualitas masa depanbangsa. Walaupun berat tantangan dan rintangan yang di hadapi dalam pelaksananan tugasnya harus tetap tegar dalam melaksanakan tugas sebagai seorang guru.

3. Kompetensi Sosial

Guru di mata masyarakat dan siswa merupakan panutan yang perlu di contoh dan merupakan suri teladan dalam kehidupannya sehari-hari. Guru perlu memiliki kemampuan sosial dengan masyarakat dalam rangka pelaksanaan proses pembelajaran

yang efektif.

4. Kompetensi Profesional

Kompetensi professional, yaitu kemampuan yang harus dimiliki guru dalam proses pembelajaran. Guru mempunyai tugas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran.

Ada sebagian siswa yang tampak antusias dan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Ada pula karakter siswa yang cenderung berhati-hati saat beradaptasi degan lingkungan baru, namun semakin santai seiring waktu. Dan, ada karakter siswa yang lambat beradaptasi serta rentan menampilkan ledakan emosi.

1. Kenali Temperamen Siswa


Pada dasarnya, bagaimana siswa memahami materi pelajaran dan mengerjakan tugas-tugasnya terkait erat dengan temperamen siswa itu sendiri. Bahkan eksplorasi cara-cara baru dalam menuntaskan tugasnya juga sangat dipengaruhi oleh karakteristik siswa.

2. Amati Siswa selama Proses Belajar


Sebagai individu, karakter siswa tampak dari caranya berkomunikasi – baik verbal maupun non-verbal. Bagaimana siswa berinteraksi dengan teman-temannya juga bisa memberi petunjuk tentang karakteristiknya. Lebih dari itu, pola interaksi yang sama boleh jadi terulang pada saat siswa harus bekerja dan mengerjakan tugasnya dalam kelompok.

Komunikasi Dua Arah


Komunikasi dua arah menjadi penanda penting karakteristik guru dan siswa abad 21. Komunikasi dua arah berperan penting sebagai sarana Guru untuk mengetahui sudut pandang dan perasaan siswa. Bahkan, siswa dapat menyampaikan apa yang ingin diketahui dan dipelajarinya melalui komunikasi yang baik dengan Gurunya.

4. Menyertakan Siswa pada Program Pengenalan Diri


Jika Guru perlu memahami karakteristik peserta didik, maka bagaimana dengan siswa sendiri? Karakteristik siswa abad 21 tentu tak bisa disamakan dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka perlu mengenali potensi dirinya sendiri – bukan hanya karakter, tapi juga bakat dan minatnya.

Perangkat pembelajaran

 Assalamu'alaikum

Nama : Dewi Halimah 11901253

Kelas : 4D/ PAI 

Kompetensi Inti (KI) merupakan terjemahan atau operasionalisasi SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki mereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.


Kompetensi Dasar (KD) merupakan sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran;


2. Kalender Akademik


Kalender pendidikan biasanya memuat tanggal-tanggal yang sudah direncakan untuk waktu pembelajaran, baik tanggal ujian tengah semester, tanggal ujian akhir semester maupun hari libur semester. Kalender pendidikan ini juga dapat menjadi panutan untuk memulai maupun mengakhiri pembelajaran dalam satu semester.


3. Rincian Pekan Efektif


Seorang guru wajib menganalisis minggu efektif untuk satu tahun yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran.


4. Program Tahunan


Program tahunan adalah suatu program yang memuat rancangan atau program yang direncanakan untuk pembelajaran.


5. Program Semester


Program semester adalah suatu program dibuat dengan mencocokkannya pada kalender pendidikan. Hal tersebut dilakukan agar sesuai dengan kalender, kapan harus mengajar dan kapan harus libur.


6. Silabus


Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Silabus bisa dikembangkan sendiri sesuai kearifan lokal daerah masing-masing.


7. KKM


Kriteria Ketuntasan Minimal ditentukan oleh satuan pendidikan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dalam kurikulum 2013 diatur dalam Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan. KKM dirumuskan setidaknya dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek, yaitu kompleksitas materi/kompetensi, intake/kualitas peserta didik, serta Pendidik dan daya dukung satuan pendidikan.


8. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus.


Mulai tahun 2019 terdapat kebijakan tentang RPP yang disederhanakan, kemudian dengan adanya pandemi Covid-19 pembelajaran dilakukan dengan daring sehingga guru membuat RPP Daring.


Bentuk dari RPP Luring lengkap, RPP Luring disederhanakan dan RPP Daring tentunya memiliki perbedaan dalam hal komponen yang ada didalamnya.


a. Komponen RPP Luring Lengkap


Identitas Sekolah

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

MateriPokok

AlokasiWaktu

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar (KD)

Tujuan Pembelajaran

Materi Ajar

Metode Pembelajaran

Alat/Bahan/Sumber Belajar

Langkah-langkah Pembelajaran

Penilaian

b. Komponen RPP Luring disederhanakan


Identitas Sekolah

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

MateriPokok

AlokasiWaktu

Tujuan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

PENDAHULUAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN

REFLEKSI DAN KONFIRMASI

PENILAIAN

c. Komponen RPP Daring


Identitas Sekolah

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

MateriPokok

AlokasiWaktu

Tujuan Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

PENDAHULUAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN: Kegiatan pendahuluan, Kegiatan Inti, Kegiatan Penutup

PENILAIAN PEMBELAJARAN

Karakteristik peserta didik

 Assalamu'alaikum 

Nama : Dewi Halimah 11901253

Kelas : 4 D / PAI


Peserta didik bukan miniatur orang dewasa, tetapi ia memiliki dunianya sendiri. Hal ini perlu dipahami, agar perlakuan terhadap mereka dalam proses pendidikan tidak disamakan dengan pendidikan orang dewasa.

 Peserta didik adalah manusia yang memiliki perbedaan dalam tahap-tahap perkembangan dan pertumbuhannya. Pemahaman ini perlu diketahui agar aktivitas pendidikan Islam dapat disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan yang umumnya dialami peserta didik.

 Peserta didik adalah manusia yang memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi, baik menyangkut kebutuhan jasmani maupun rohani. Diantara kebutuhan dasarnya adalah kebutuhan biologis, kasih sayang, rasa aman, harga diri dan aktualisasi diri. Hal ini perlu dipahami agar proses pendidikan dapat berjalan lancar.

Peserta didik adalah makhluk Allah yang memiliki berbagai perbedaan individual (individual differentiations), baik yang disebabkan karena faktor bawaan maupun lingkungan tempat ia tinggal. Hal ini perlu dipahami agar proses pendidikan dilakukan dengan memerhatikan perbedaan-perbedaan tersebut tanpa harus mengorbankan salah satu pihak atau kelas seserta didik merupakan makhluk yang terdiri dari dua unsur utama: jasmaniah dan rohaniah. Unsur jasmani berkaitan dengan daya fisik yang dikembangkan melalui proses pembiasaan dan latihan. Sementara unsur rohani berkaitan dengn daya akal dan daya rasa. Daya akal dapat dikembangkan melalui proses intelektualisme yang menekankan pada ilmu-ilmu rasional, dan daya rasa dapat dikembangkan melalui pendidikan ibadah dan akhlak. Pemahaman ini merupakan hal yang perlu agar proses pendidikan Islam memandang peserta didik secara utuh, yakni tidak mengutamakan salah satu daya saja, tapi semua daya dikembangkan dan diarahkan secara integral dan harmonis.

Peserta didik adalah makhluk Allah yang telah dibekali berbagai potensi (fitrah) yang perlu dikembangkan secara terpadu. Fungsi penddikan dalam hal ini adalah membantu dan membimbing peserta didik agar dapat mengembangkan dan megarahkan potensi yang dimilikinya, sesuai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, tanpa harus mengabaikan fungsi-fungsi kemanusiannya.


Kurikulum

 Kurikulum memiliki beranekaragam pengertian, baik dari segi etimologi maupun terminology, setiap ahli mengemukakan pengertiannya yang agak berbeda satu sama lain. Di dalam kurun waktu tertentu, oleh sebab itu dibedakan pengertian kurikulum secara tradisional dan modern.

Secara etimologi kata kurikulum berasal dari kata “curere” dalam bahasa Latin (Yunani) “curere” dikata bendakan menjadi “curriculum” yang berarti tempat berlomba, jarak yang harus ditempuh pelari kereta, dan lain-lain.

Pengertian kurikulum secara tradisional adalah sejumlah mata pelajaran yang akan dipelajari. Sedangkan pengertian kurikulum secara modern salah satunya diungkapkan oleh Sumidjarto. Sumidjarto berpendapat bahwa kurikulum merupakan segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan dan diorganisasikan sudah ditaati oleh para siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan bagi suatu lembaga pendidikan.

Menurut UU No.2 tahun 1989 kurikulum yaitu seperangkat rencana dan peraturan, mengenai isi dan bahan pelajaran, sertacara yang digunknnya dalam menyelenggarakan kegiatn belajar mengajar. Bayak pendapat mengenai arti kurikulum, Namun inti kurikulum sebenarny6a adalah pengalaman belajar yang banyak kaitannya dengan melakukan brrbagai kegiatan, interaksi sosial, di lingkungan sekolah, proses kerja sama dengan kelompok, bahkan interaksi denagn lingkungan fisik seperti gedung sekolah dan ruang sekolah. Dengan demikian pengalaman itu bukan sekedar mempelajari mata pelajaran,tetapi yang terpenting adalah pengalamankehidupan.

Kurikulum 2013

Assalamu'alaikum

Nama : Dewi Halimah 11901253

Kelas : 4 D / PAI

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang merupakan lanjutan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang telah dikembangkan pada tahun 2004 lalu, yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara terpadu, , sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada penjelasan pasal 35, di mana kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.

Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.

Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Sistem sekolah

 Assalamu'alaikum 

Nama : Dewi Halimah 11901253

Kelas : 4 D/ PAI


       Pengertian evaluasi (penilaian)

Evaluasi sebagai suatu alat mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluasi pendidikan ialah mengumpulkan informasi agar terhadap pendidikan itu dapat diambil tindakan ( Stufflebean, 1971) Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.

Untuk dapat melaksanakan penilaian perlu melakukan pengukuran terlebih dahulu, sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai makna tanpa melakukan penialaian (Arikunto 2002) . pengukuran dapat diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu karakteristik tertentu yang didasarkan pada aturan atau formulasi yang jelas (Zainul,1992)

2. Fungsi evaluasi (penialian)

Untuk diagnostik dan pengembangan. Hasil evaluasi menggambarkan kemajuan, kegagalan, dan kesulitan masing­masing siswa.Untuk seleksi. Hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi calon siswa dalam rangka penerimaan siswa Untuk memenuhi usia tertentu perlombaan. Hasil evaluasi digunakan untuk menetapkan siswa mana yang memenuhi syarat untuk memasuki usia tertentu misalnya usia junior dan senior dengan batas umur yang telah ditentukan. Untuk penempatan. Para siswa atlet yang memiliki prestasi bisa dipersiapkan untuk event yang lebih tinggi misalnya event nasional atau event internasional.

Fungsi evaluasi dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi hasil pengajaran. Evaluasi hasil belajar antara lain : Fungsi formatif Evaluasi yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung dapat memberika informasi yang berupa umpan balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi sumatif Dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar tes sumatif biasanya dilakukan pada akhir program pengajaran. Misalnya pada tengah semester, akhir semeter dan akhir tahun ajaran. (Haris & Jihad.2013)

Sedangkan fungsi evaluasi program pengajaran adalah sebagai berikut :

        Laporan untuk orang tua siswa. Evaluasi yang diselenggarakan sekolah perlu adanya laporan untuk orang tua siswa, oleh karena itu pelaporan harus dapat mudah dipahami, dan bersifat objektif dan harus menggambarkan tingkat pencapaian siswa.laporan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : dengan peryataan lulus atau belum lulus dan dengan nilai siswa. Laporan untuk sekolah Selain untuk orang tua, siswa dan guru harus juga membuat laporan untuk sekolah. Sekolah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses pembelajaran. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui catatan perkembangan peserta didiknya. Dalam operasionalnya pelaporan untuk sekolah lebih berorientasi dalam membangun penguatan siswa dalam,Mengadakan remidial, Mengadakan pengayaan, Perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru, Penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah.

Kultur sekolah

 Assalamu'alaikum ☺️

Apa kabar semuanya , semoga tetap sehat yaa semuanya.

Setiap sekolah pasti memiliki budaya yang berkembang di dalamnya, budaya tersebut nantinya akan menjadi cerminan atau ciri khas masing-masing sekolah sebagai suatu tolak ukur mutu pendidikan di sekolah tersebut. Setiap sekolah memiliki peraturan, adat istiadat, lambang, kebiasaan dan lainya sesuai dengan visi dan misi sekolah tersebut. Proses pembentukan budaya suatu sekolah juga memerlukan waktu yang cukup panjang, mulai dari proses sosialisasi budaya yang akan ditanamkan ke warga sekolah, diakui keberadaanya hingga di taati oleh seluruh warga sekolah. Hal inilah yang menjadikan kultur sekolah penting dalam peningkatan prestasi siswa. Lingkungan sekolah yang baik akan menunjang minat dan semangat warga sekolah terutama siswa, untuk dapat menjalankan proses pendidikan sesuai dengan tujuan yang diinginkan masing-masing warga sekolah.

Kultur sekolah adalah serangkaian keyakinan, harapan, nilai-nilai, norma, tata aturan, dan rutinitas kerja yang diinternalisasi warga sekolah sehingga mempengaruhi hubungan sejawat dan kinerja warga sekolah dalam upaya mencapai tujuan sekolah.

Stolp dan Smith (1994) menyatakan bahwa kultur sekolah adalah pola makna yang dipancarkan secara historis yang mencakup norma, nilai, keyakinan, seremonial, ritual, tradisi dan mitos dalam derajat yang bervariasi oleh warga sekolah

Untuk mengamati kultur sekolah yang berkembang di sekolah-sekolah amatan, aspek-aspek yang dinilai menurut Direktorat Pembinaan Sekelah Menengah Umum (Dit PSMU, 2002) meliputi: (1) aspek kultur sosial yaitu interaksi antar warga sekolah, (2) aspek kultur akademik, (3) aspek kultur mutu, dan (4) aspek artifak.

Istilah culture sendiri juga digunakan dalam bahasa Indonesia dengan kata serapan "kultur". Budaya dikaitkan dengan bagian dari budi dan akal manusia. Budaya merupakan pola atau cara hidup yang terus berkembang oleh sekelompok orang dan diturunkan pada generasi berikutnya

Budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh kepala sekolah, pendidik/guru, petugas tenaga kependidikan /administrasi, sisua, dan masyarakat sekitar sekolah.

Minggu, 18 April 2021

Magang 1 pertemuan ke 2

  Laporan 2

Bismillahirrahmanirrahim

Dewi Halimah 11901253

Kelas 4 PAI 

Manajemen sekolah

Alhamdulillah saya Masi bisa menulis laporan di blog ini dan tema saya di blog ini adalah menajemen sekolah.Baiklah, selanjutnya saya akan menyampaikan laporan hasil bacaan saya, seharusnya diterapkan disekolah demi mencapai tujuan dalam proses belajar mengajar dikelas bisa terlaksana dengan baik dan agar bisa mencapai tujuan pembelajaran sebagaimana mestinya.

Manajemen sekolah adalah Suatu usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan belajar-mengajar yang optimal. pengarahan dan pengawasan sekolah agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah sebagai manajer sekolah menempati posisi yang telah ditentukan di dalam organisasi sekolah. Salah satu perioritas kepala sekolah dalam manajemen sekolah ialah manajemen pembelajaran.

Manajemen berbasis sekolah adalah model pengelolaan sekolah dengan memberikan kewenangan yang lebih besar pada tingkat sekolah untuk mengelola sekolahnya sendiri secara langsung sehingga sekolah memiliki tanggung jawab dalam menentukan program-program sekolah. MBS merupakan bentuk reformasi desentralisasi yang mendorong adanya partisipasi demokratis .

George Terry memberikan pendapat, Definisi Manajemen merupakan ilmu sekaligus seni, manajemen adalah wadah didalam ilmu pengetahuan, sehingga manajemen bisa dibuktikan secara umum kebenarannya.

Konsep yang ada dalam menajemen sekolah

*Pengorganisasian (organizing) 

 *Pelaksanaan (actuating) 

*Pengawasan (controlling) 

*Manajemen kurikulum. 

*Manajemen Kesiswaan. 

*Manajemen personalia.

*Manajemen keuangan.

*Fungsi memahami menajemen sekolah 

yaitu Dilakukan manajemen agar pelaksanaan suatu usaha terencana secara sistematis dan dapat dievaluasi secara benar, akurat dan lengkap sehingga mencapai tujuan secara produktif, berkualitas, efektif dan efesien.

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah 

dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 

2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam 

penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. 

3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan 

pemerintah tentang mutu sekolah. 

4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 

2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama. 

3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah. 

4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.

Pembinaan sistem pendidikan suatu sekolah tidak hanya ditentukan oleh peranan salah satu unit kerja, tetapi oleh semua unit kerja dalam lingkungan sekolah tersebut.

Sehubungan dengan itu, keberhasilan implementasi manajemen sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan sedikitnya dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu efektivitas, efisiensi dan produktivitas. Ketiga dimensi tersebut saling berkaitan antara satu sama lain dan saling pengaruh mempengaruhi. Meskipun demikian, dalam mengukur keberhasilan suatu program atau suatu kegiatan ketiga dimensi tersebut dapat dipisahkan.

Efektivitas, efisiensi dan produktivitas manajemen sekolah harus sejak awal ditetapkan agar dapat diketahui dampaknya sejak dini terhadap pencapaian tujuan pendidikan pada umumnya, khususnya dalam merealisasikan berbagai program sekolah. Dengan demikian sejak awal dapat diperbaiki kelemahan-kelemahan atau kekurangan-kekurangan, sementara kelebihan dan kekuatan dapat dipertahankan.


Minggu, 11 April 2021

Laporan bacaan jurnal 1

 

Laporan bacaan jurnal 1

Nama : Dewi Halimah

Nim : 11901253

Kelas : 4D /PAI

Sumber : http://dx.doi.org/10.18326/in fsl3.v9i2.373-396

Strategi pembelajaran adalah

suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Maksudnya, pada dasarnya strategi masih bersifat konseptual mengenai keputusan yang akan diambil dalam pelaksanaan pembelajaran.Strategi pembelajaran adalah suatu hal yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Strategi ini biasanya dipilih sesuai dengan sifat atau karakter materi pelajaran itu sendiri.

1.Definisi strategi pembelajaran ekspositori sebagaimana dikemukakan Sanjaya dan Hamruni. Sanjaya (2008: 299) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran ekspositori merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada guru, sebab dalam strategi ini guru memegang peran yang sangat dominan.

 strategi pembelajaran ekspositori yaitu menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok peserta didik dengan maksud agar peserta didik dapat menguasai materi pelajaran secara optimal.

2. Strategi pembelajaran inkuiri adalah kegiatan pembelajaran 

yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis

untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan (Sanjaya, 2008: 196). 

strategi pembelajaran inkuiri menekankan pada proses mental dan proses berpikir dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki setiap individu secara optimal.

3. Strategi pembelajaran kontekstual adalah suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan tenaga kerja (Suprihatiningrum, 2013: 178). 

strategi pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang beranggapan bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara alamiah, bekerja dan mengalami sendiri apa yang dipelajarinya, bukan sekedar mengetahuinya

4. Nata (2009: 243) mendefinisikan pembelajaran berbasis masalah adalah strategi pembelajaran yang memperhadapkan peserta didik pada berbagai masalah yang dihadapi dalam kehidupannya. 

strategi pembelajaran berbasis masalah menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.