Assalamu'alaikum ☺️
Apa kabar semuanya , semoga tetap sehat yaa semuanya.
Setiap sekolah pasti memiliki budaya yang berkembang di dalamnya, budaya tersebut nantinya akan menjadi cerminan atau ciri khas masing-masing sekolah sebagai suatu tolak ukur mutu pendidikan di sekolah tersebut. Setiap sekolah memiliki peraturan, adat istiadat, lambang, kebiasaan dan lainya sesuai dengan visi dan misi sekolah tersebut. Proses pembentukan budaya suatu sekolah juga memerlukan waktu yang cukup panjang, mulai dari proses sosialisasi budaya yang akan ditanamkan ke warga sekolah, diakui keberadaanya hingga di taati oleh seluruh warga sekolah. Hal inilah yang menjadikan kultur sekolah penting dalam peningkatan prestasi siswa. Lingkungan sekolah yang baik akan menunjang minat dan semangat warga sekolah terutama siswa, untuk dapat menjalankan proses pendidikan sesuai dengan tujuan yang diinginkan masing-masing warga sekolah.
Kultur sekolah adalah serangkaian keyakinan, harapan, nilai-nilai, norma, tata aturan, dan rutinitas kerja yang diinternalisasi warga sekolah sehingga mempengaruhi hubungan sejawat dan kinerja warga sekolah dalam upaya mencapai tujuan sekolah.
Stolp dan Smith (1994) menyatakan bahwa kultur sekolah adalah pola makna yang dipancarkan secara historis yang mencakup norma, nilai, keyakinan, seremonial, ritual, tradisi dan mitos dalam derajat yang bervariasi oleh warga sekolah
Untuk mengamati kultur sekolah yang berkembang di sekolah-sekolah amatan, aspek-aspek yang dinilai menurut Direktorat Pembinaan Sekelah Menengah Umum (Dit PSMU, 2002) meliputi: (1) aspek kultur sosial yaitu interaksi antar warga sekolah, (2) aspek kultur akademik, (3) aspek kultur mutu, dan (4) aspek artifak.
Istilah culture sendiri juga digunakan dalam bahasa Indonesia dengan kata serapan "kultur". Budaya dikaitkan dengan bagian dari budi dan akal manusia. Budaya merupakan pola atau cara hidup yang terus berkembang oleh sekelompok orang dan diturunkan pada generasi berikutnya
Budaya sekolah adalah sekumpulan nilai yang melandasi perilaku, tradisi, kebiasaan keseharian, dan simbol-simbol yang dipraktikkan oleh kepala sekolah, pendidik/guru, petugas tenaga kependidikan /administrasi, sisua, dan masyarakat sekitar sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar